Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Upah Buruh di Indonesia (Analisis UMP 2001-2008)

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil pengolahan dan analisa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan Upah Minimum Propinsi di Indonesia dengan menggunakan Stata maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:

1.      Terbukti secara statistik bahwa PDRB, IHK dan KHM mempengaruhi UMP. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbukti signifikan dan berkorelasi negatif mempengaruhi Upah Minimium Propinsi, hal ini terjadi pada daerah-daerah dengan PDRB tidak terlalu besar akan tetapi kebutuhan hidupnya tinggi, misal di Indonesia bagian timur. Sedangkan  Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan Indeks Harga Konsumen signifikan dan berkorelasinya positif.

2.      Terbukti secara statistik bahwa peningkatan kesejahteraan buruh di Indonesia dari waktu ke waktu tidak mengalami peningkatan karena besarnya kenaikan upah minimum secara umum lebih rendah dari kenaikan harga kebutuhan hidup minimum, sehingga buruh tidak dapat hidup secara layak.

3.      Dalam penentuan kebijakan Upah Minimum Propinsi Faktor KHM dan IHK dan PDRB tetap menjadi pertimbangan utama, dan selain beberapa faktor tersebut ternyata yang juga berperan adalah proses politik, kemampuan negosiasi dan posisi tawar dari masing-masing unsur di dalam Dewan Pengupahan. Walaupun pada akhirnya pengambilan kebijakan akhir tersebut tetap ditentukan oleh eksekutif (Kepala Daerah).

4.      Konsep dan kebijakan upah minimum harus diubah, upah minimum harusnya hanyalah jaring pengaman bagi buruh dengan status lajang dan masa kerja dibawah satu tahun, selebihnya harus ada kesepakatan bipartit yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

5.      Untuk memperkuat posisi tawar serikat buruh di Dewan Pengupahan maka perlu ditingkatkan kemampuan negosiasi dan koordinasi.

6.      Dalam pengambilan keputusan di Dewan Pengupahan baik pihak pengusaha maupun buruh harus sama-sama terbuka, pengusaha bila belum siap menghadapi kenaikan upah harus didukung dengan data-data, demikian pula buruh, tuntutan kenaikan upah harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan pengetahuan mengenai kemampuan perusahaan.

7.      Begitu pula pemerintah, dukungannya tetap diperlukan agar tercipta hubungan yang sinergis antara buruh dan pengusaha, yakni dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif dan melakukan perannya secara optimal, baik dari segi pengawasan terhadap implementasi Upah Minimum maupun sebagai fasilitator/mediator dalam perundingan antara pengusaha dan buruh.

Dalam penentuan kebijakan upah minimum haruslah lebih memperhatikan kebutuhan hidup buruh agar dapat hidup layak ditengah masyarakat dan sosialnya. Sehingga akan berdampak bagi kehidupannya di masa mendatang. Upah Minimum sudah saatnya diganti menjadi Upah Layak yang lebih berpihak terhadap penghargaan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia, serta kehidupan yang lebih baik, di tengah kepungan kebijakan informalisasi ketenagakerjaan dalam paradigma liberalisasi pasar.

Untuk saat ini diperlukan segera sebuah peraturan perundang-undangan baru mengenai Upah Layak yang dapat diterima baik oleh pengusaha maupun buruh. Sangat diperlukan adanya hubungan yang baik antara buruh dan pengusaha serta pemerintah dalam rangka mewujudkan adanya perjanjian bersama yang setara dan seimbang antar unsur-unsur tersebut terutama membicarakan masalah upah.

Nb: Kalau mau hasil penelitiannya dari a – z kontak aja…:)

18 thoughts on “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Upah Buruh di Indonesia (Analisis UMP 2001-2008)

    1. untuk kajian teorinya, selain ada mengutip beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan SMERU dan AK3, sy pakai teori tentang pasar tenaga kerja, kalau teori klasiknya kan selalu bilang upah akan menyesuaikan diri untuk menormalkan kelebihan penawaran dipasar tenaga kerja. kalau penelitian saya lebih mengarah pada mengapa harus ada kebijakan upah minimum, karena jika upah diserahkan ke mekanisme pasar maka kalau jumlah tenaga kerja yg ditawarkan jauh diatas permintaannya maka upah akan jadi rendah, tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum. terutama untuk unskill labour….masalahnya di Indonesia kan paling banyak buruh unskill-nya, makanya upah minimum ini harus terus didorong untuk menjadi Upah Layak.

      selebihnya, yah banyak bacaan dan ambil teori tentang upah buruh di Indonesia, upah minimum propinsi, dan upah untuk kebutuhan hidup layak.

      semoga sedikit terjawab, kalau nggakyah bisa kita lanjut lagi..he..he..

  1. mbak…boleh tahu data mentahnya…saya ingin membandingkan daerah yang PDRB tinggi…ump tinggi,,,,daerah PDRB rendah….ump tinggi, …daerah PDRB tinggi ump rendah…sebagai pintu masuk untuk memahami institusi politik di derah tersebut…

    salam
    bahruddin
    bahruddin@ugm.ac.id

  2. Mba.. saya sangat tertarik dengan penelitian ini, dan sekarang saya juga sedang meneliti mengenai upah jasa konstruksi di daerah saya, mohon perkenaannya Mba untuk mempelajari penelitian ini selengkapnya sebagai bahan penelitian saya… TKS

  3. Karena saya kebetulan sehari-hari berkecimpung didalam proses penetapan Upah Minimum di Jawa Barat dari Tahun 1999-saat ini. Saya sangat tertarik dengan analisis yang telah Saudara kerjakan. Apa bila berkenan, mohon kiranya saya bisa mendapatkannya secara lengkap. Mohon bisa di e-mail ke saya. Terima Kasih. (dewirespat181@yahoo.co.id)

  4. Bolehkah saya mendapat datanya secara lengkap? Karena saya sedang melakukan penelitian tentang penetapan kebijakan upah minimum di Kota Semarang.
    Bila berkenan, mohon kirim via email ke arsyad.adn@gmail.com
    terimakasih🙂

  5. Saya sedang mengerjakan penelitian yang menggunakan variabel yang hampir sama dengan analisis saudara ini. Bila berkenan, saya bisa mendapatkannya secara lengkap. Sebagai bahan dan tambahan referensi. Terima kasih sebelumnya (inovaindeddy@gmail.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s