Melangkah Lebih Maju di PT. Istana Magnoliatama

Satu tahun berlalu, tepatnya tanggal 17 Juli 2007, pihak manajemen PT.Istana secara mengejutkan dan tiba-tiba mengumumkan bahwa perusahaan ditutup dan berhenti berproduksi. Buruh yang berjumlah 1000 orang itupun tidak terima dan melakukan pendudukan pabrik hingga saat ini. Seleksi alampun terjadi, hingga hari ini tinggal 85 orang bertahan, 83 orang buruh perempuan dan 2 orang buruh laki-laki.

Mereka telah membuktikan perjuangan tanpa kenal menyerah harus berbuah manis. Proses persidangan dan berbagai upaya mediasi yang telah dilakukan selama satu tahun ini, hingga terakhir keluarlah putusan PPHI yang memenangkan gugatan buruh soal pembayaran upah proses yang harus ditanggung perusahaan. Mereka juga telah membuktikan bahwa hanya dengan buruh yang terorganisir melalui serikat, perjuangan panjang ini dapat dilewati dan berbagai rintangan serta kesulitan dalam perjuangan dapat diatasi. Serikat Buruh Karya Utama (SBKU) PT.Istana mencoba melangkah lebih maju dengan merencanakan sebuah usaha kolektif menghidupkan kembali pabrik dan proses produksi yang terhenti melalui sebuah pengelolaan kolektif “kontrol pabrik” berada di tangan buruh.

Merencanakan dan Melakukannya Bersama

Dimulai dari mengumpulkan seluruh anggota tersisa yang terus bertahan hingga hari ini, tanggal 2 Agustus 2008, dilakukanlah sebuah musyawarah besar. Beragendakan diskusi tentang sebuah hal yang telah diangan-angankan bersama, berproduksi kembali dengan kontrol pabrik berada ditangan buruh.

Keluarnya putusan PPHI, tindakan PHK secara sepihak yang dilakukan perusahaan setahun yang lalu, kondisi pabrik yang terlantar dan dengan adanya dukungan dari pihak luar baik secara hukum maupun politik menjadikan ditingkatan teknis diatas kertas posisi buruh lebih kuat, inilah yang menjadi legalitas formil perencanaan kontrol pabrik dibuat. Sedangkan secara materil, para buruh perlu memenuhi kebutuhan hidup, makan, rumah, pendidikan anak dll, mereka telah melakukan berbagai upaya untuk tetap bisa survive setahun ini dalam kondisi krisis dan tetap berjuang.

Dimulai dari membangun pemahaman bersama bahwa dalam logika usaha kolektif, tidak ada struktur kelas buruh dan majikan, berbeda dengan dulu, ada yang menjadi majikan dan ada yang menjadi buruh. Semuanya dilakukan bersama, yang ada hanyalah pembagian tugas dan untuk itu kesemua keputusan strategis yang diambil harus dimusyawarahkan bersama. Termasuk segala konsekuensi dan resikonya jika ada, akan menjadi tanggung jawab bersama.

Namun dalam struktur produksinya nanti, memang harus tetap ada yang akan berfungsi sebagai organisasi produksi, disinilah kemudian pengurus serikat (SBKU PT.Istana) harus belajar lebih mengenai manajerial dari organisasi produksi. Sedangkan dalam proses produksinya nanti akan melibatkan hal yang berkaitan dengan modal (finansial), alat-alat produksi dan penjualan (mencari order).

Diskusi dan musyawarah dilakukan, berbagai masukan telah dibicarakan guna menghasilkan keputusan terbaik. Perencanaan disusun untuk jangka pendek satu bulan Agustus ini. Dimulai dari akan dibukanya pabrik yang telah satu tahun terkunci. Untuk itu persiapan dilakukan, undangan disebar, dukungan terus dikumpulkan. Sedangkan secara teknis harus mendatangkan orang yang mengerti tentang genset dan mesin. Yang terpenting adalah bagaimana menghidupkan listrik di pabrik, pasca diputus setahun yang lalu. Untuk masing-masing aktivitas ditunjuk satu orang penanggungjawab, untuk bagian pendataan dan inventarisir barang dibuat timnya tersendiri. Selain itu juga ada aktivitas untuk mengumpulkan biodata dan inventarisir orang yang akan bekerja, memiliki kemampuan apa dan inginnya kedepan akan bekerja dibidang yang mana. Hari itu, perencanaan jangka pendek telah selesai disusun, bahkan hingga penanggungjawab untuk mencari order semptian dari pabrik lain, dan mencari modal awal untuk berproduksi.

Membuka Pabrik, Langkah Awal untuk Melakukan Produksi

Hari Kamis, 07 Agustus 2008, menjadi hari bersejarah bagi buruh PT.Istana, 16 (enam belas) orang yang telah ditunjuk sebagai tim untuk menangani inventarisir barang pabrik dengan disaksikan oleh seluruh anggota bahkan bersama para suami dan anak-anak mereka ikut menyaksikan pembukaan pabrik, tetapi hanya tim yang telah ditunjuk yang masuk kedalam pabrik.

Gelap dan bau lembab serta apek langsung menyambut anggota tim, ketika gerbang pabrik dibuka, maklumlah banjir besar pernah terjadi di awal tahun, menggenangi pabrik dan karena tidak dilakukan apa-apa maka air banjir itu masih tergenang hingga saat dibuka kemarin. Pabrik yang cukup luas itu dengan puluhan mesin berharga milyaran rupiah didalamnya rusak akibat digenangi air hampir 8 bulan. Tim menuju lantai dua, dengan berbekal kursi panjang yang dijadikan jalur diatas genangan air dan beberapa senter sebagai penerangannya. Buruh memang telah merencanakan hanya akan memakai mesin dilantai dua yang selamat dari banjir.

Semua orang disana menjadi saksi keangkuhan pengusaha yang lebih rela menelantarkan pabrik beraset milyaran rupiah dan beromset besar selama satu tahun daripada bernegosiasi dengan serikat buruh agar perusahaan dapat terus berproduksi. Dan semua orangpun akan melihat bahwa sesungguhnya PT.Istana tidak siap untuk tutup, kondisi didalam masih lengkap dan rapi, seperti hanya akan libur pada hari Minggu dan Senin akan masuk kembali.Mesin-mesin yang masih berada pada tempatnya, bahan baku yang masih sangat banyak digudang, gulungan benang, tumpukan bahan yang tinggal dijahit bahkan pakaian jadi yang telah dipacking rapi, semuanya masih sama ketika terakhir kali ditinggalkan buruh. Tidak sedikit buruh yang menitikkan air mata ketika melihat kembali mesin-mesin yang biasa mereka gunakan, semuanya masih dalam kondisi siap produksi. Inventarisir barang dan aset perusahaan terus dilakukan di dalam pabrik dilantai dua.

Beberapa orang tim turun ke bagian office dilantai satu. Banjir menyisakan kerusakan yang cukup parah, berbagai dokumen dan file-file berserakan disana sini akibat sapuan banjir, komputer, printer, telefon, mesin fax, mesin fotocopy dll yang walaupun berada diatas meja namun juga terdapat tanda-tanda kerusakan. Ruangannya tidak ada yang dikunci, beberapa dokumenpun berada pada lemarinya, sehingga terkesan para staffpun tidak menyangka perusahaan ini akan tutup. Kondisi ruangan banyak yang rusak akibat lembab, langit-langit yang menggunakan gipsum berjamur dimana-mana, kursi dan sofa di front officepun berjamur karena lembab, sehingga menimbulkan aroma yang menyesakkan. Barang-barang berharga perusahaan di bagian office telah didata, terdapat 10 (sepuluh) set komputer dan banyak elektronik lainnya, aset ini akan terus dijaga, diinventarisir untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

Setelah hampir dua jam tim inventarisir melakukan tugasnya, semuanya kembali keluar, untuk memusyawarahkan hasil temuan dan kondisi didalam, serta langkah apa yang akan diambil untuk segera merealisasikan cita-cita berproduksi kembali melalui usaha kolektif ini. Beberapa tindakan teknis yang harus segera diambil telah disusun, proses perencanaan, implementasi dan evaluasi terus dilakukan dalam kerangka kerja besar ini. Dukungan dan support terlebih asistensi dalam menjalankan struktur dan proses produksi ini juga tetap dilakukan. Mengingat praktek produksi secara kolektif ini baru akan dimulai maka asupan teori yang benar yang akan menuntun seluruh proses ini akan menjadi kebutuhan kedepan sebagai upaya awal mewujudkan suatu masyarakat tanpa kelas dan kesejahteraan menjadi milik bersama, bukan milik segelintir orang saja yang menjadi penguasa sekaligus pengusaha. ()


[1] Anggota Forum Belajar Bersama, aktif di Lingkar Studi Perempuan Rakyat Pekerja

4 thoughts on “Melangkah Lebih Maju di PT. Istana Magnoliatama

  1. itu di Sanur, Bali, waktu agenda UNFCC Desember 2007 lalu. Oktober ini aku keliling Kalimantan, tapi sayangnya sendirian dan tidak punya kamera baik HP maupun digital, so…miss amazing picture, he..he…

  2. Saya Manyus dulu pernah menjadi pengurus FSBKU sekarang di Tabloid Buruh Pilar surabaya Minta Nulis untuk Pilar dong….tentang : krisis Global dan PHK….

    1. boleh aja, tapi memang kebetulan sudah lama banget nggak pernah buka blog lagi dan up load tulisan, kalau ada kisi-kisi apa yang mau di tulis dan berapa banyak tulisannya, email aja ke saya : aku_wongimut@yahoo.com.
      Surabaya basis buruhnya sangat besar dan punya sejarah gerakan buruh yang kuat tentu senang bisa belajar dan sharing banyak dari kawan2kawan surabaya.
      ku tunggu kabarnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s